Sabtu, 18 Mei 2013

Kamis, 25 April 2013

solusi mengatasi pencemaran lingkungan


Solusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim :

1.      Upaya mitigasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi perluasan perubahan iklim dan dapat dilakukan dengan cara:
·         Mengurangi penggunaan energi Fosil (fosil fuel)
·         Mengurangi emisi gas rumah kaca
·         Mencari atau mengembangkan energi alternatif:
Air (micro hydro), matahari, angin, panas bumi (geothermal), nuklir, biomasa (etanol, alkohol, algae, tebu, cassava, dll.), biodiesel (jatropha, richinus communis), hidrogen (sel photovoltaic), gelombang laut, dan sebagainya
·         Meningkatkan upaya penyerapan gas rumah kaca ke dalam tanah, hutan, dan laut
·         Reboisasi (penghijauan)
·         Mengembalikan residu kedalam tanah
·         Melaksanakan Reduce, Reuse, dan Recycle
·         Melaksanakan pertanian yang berkelanjutan
·         Pengembangan Pertanian Organik
·         Meninggalkan pola hidup konsumtif
·         Memperluas ruang terbuka hijau atau membuat hutan kota
·         Menekan illegal logging, deforestation dan kebakaran hutan.
·         Desain rumah/kantor yang hemat energi
·         Meninggalkan penggunaan CFC/Freon
·         Mematikan/menghemat alat listrik/elektronik
·         Mendorong Tumbuhnya ‘Perusahaan hijau’.
·         Pengembangan IPTEK Ramah Lingkungan.
·         Memelihara/menjaga efisiensi mesin dan peralatan elektrokik.
·         Perbaikan sistem transportasi umum.
·         Mengurang penggunaan mobil pribadi.
·         Mengurangi kemacetan/memperlancar lalu lintas.

2.      Selain upaya mitigasi, perlu juga dilakukan upaya adaptasi dengan keadaan iklim yang telah berubah seperti ini, diantaranya adalah dengan melakukan hal-hal seperti:
·         Mengantisipasi efek perubahan iklim
·         Menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk meningkatkan daya tahan terhadap perubahan iklim.
(Keterlambatan akan menimbulkan kerentanan sistem alam dan kehidupan dan akan memerlukan biaya yang lebih besar untuk mengatasinya)
·         Meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat (pendidikan formal & nonformal)
·         Membangun sistem peringatan dini untuk mengantisipasi terjadinya bencana (Banjir, gempa bumi, tsunami, kekeringan, kelaparan, konflik sosial, rawan pangan, kebakaran, tanah longsor, dan sebagainya)
·         Membangun sistem penanggulangan bencana dan sumber pendanaannya
·         Membangun sistem tanggap darurat yang efektif
·         Menyiapkan peta potensi bencana yang akurat
·         Membangun sistem asuransi gagal tanam dan gagal panen
·         Membangun sistem antisipasi serangan hama dan penyakit tanaman/ternak
·         Pengembangan IPTEK yang adaftif terhadap perubahan iklim
·         Membangun embung/bendungan penangkap air hujan
·         Pengembangan sistem pertanian lahan kering yang tangguh.
·         Pengembangan sistem irigasi hemat air/pipanisasi di lahan kering.
·         Perencanaan pembangunan yang adaftif terhadap perubahan iklim, dan sebagainya.


Dari pengamatan yang dilakukan dapat diketahui pencemaran yang ditimbulkan oleh pabrik adalah berupa pencemaran udara yang berupa asap pabrik dan limbah cair. Dari kegiatan tersebut, dapat diberikan solusi untuk mengatasi pencemaran tersebut.
Adapun solusinya adalah sebagai berikut:
Solusi untuk mengatasi limbah cair :
1.      PENYARINGAN
Limbah cair bisa di saring / difiltrsi untuk memisahkan partikel tersusensi dari air
2.      FLOTASI
Flotasi merupakan proses penanganan limbah dengan cara  membuang dan memisahkan partikel yang mengapung diatas permukaan air
3.      ABSORBSI/ PENYERAPAN
Proses absorbsi ini dilakukan dengan menggunakan karbon sehngga partikel yang tidak dibutuhkan bisa terserap dan terpisah dari air
4.      PENGENDAPAN
Pengendapan diakukan dengan tujan supaya bahan yang tidak mudah larut bisa terpisah dari air. Proses ini dilakukan dengan cara menambahkan elektrolit
5.      PENYISIHAN
Penyisihan dapat dilakuan dengan cara mengoksidsi limbah cair sehingga zat organis beracun bisa terpisah dari air
6.      MENGHILNGKANA MATERIAL ORGANIK
Pada cara penanganan limbah cair ini dilakukan dengan cara memberikan mikroorganisme supaya material organik dalam air hancur atau  hilang
7.      MENGHILANGKAN ORGANISME PENYEBAB PENYAKIT
Pada proses ini, kita bisa menggunakan sinar Ultraviolet ataupun menambahkan khlorin
8.      PENGHANCURAN PARTIKEL PERUSAK
Ini perlu dilakukan untuk melindungi alat dari partiel - partikel yanng bersifat merusak
9.      PENGGUNAAN KOLAM OKSIDASI
Ini merupakan metode penanganan limbah cair secara Biologi
10.  PENGURANGAN LIMBAH CAIR
Jumlah limbah cair bisa dikurangi dengan cara mengefisienkan proses produksi sehingga jumlah limbah cair yang dihasilkan bisa diminimalisir


Adapun solusi untuk mengatasi pencemaran udara yang berupa asap pabrik :
1.      melakukan penyaringan asap
sebelum asap yang berasal dari pabrik dibuang ke udara, lakukan penyaringan asap tersebut terlebih dahulu dengan memasang bahan penyerap polutan atau saringan.
2.      Membangun cerobong asap yang cukup tinggi
Hal ini menyebabkan asap dapat menembus lapisan iversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas suatu perumahan.

sumber :